Pembagian masyarakat ke dalam Desil 1–10 belakangan menjadi perhatian publik karena klasifikasi tersebut digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar dalam menentukan penerima bantuan sosial hingga kebijakan terkait penggunaan BBM Pertalite. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami pengertian desil serta cara mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemahaman mengenai tingkat kesejahteraan berdasarkan desil penting karena posisi suatu keluarga dapat memengaruhi kelayakannya untuk memperoleh berbagai program perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Sistem pemeringkatan ini diterapkan untuk membantu pemerintah mengurangi kesalahan dalam menentukan penerima maupun bukan penerima bantuan sosial.
Berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam DTSEN, kelompok Desil 1–4 atau 40 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah menjadi kelompok yang dapat diusulkan sebagai penerima bantuan seperti PKH dan bantuan sembako. Penentuan desil dilakukan berdasarkan berbagai indikator sosial dan ekonomi, antara lain kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, pekerjaan, serta jumlah tanggungan keluarga.
Fungsi Desil dalam Penyaluran Bantuan Sosial
Desil tidak hanya digunakan untuk menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu acuan dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial.
Desil 1–4: Kelompok 40 persen terbawah yang menjadi sasaran utama pengusulan bantuan seperti PKH dan bantuan sembako.
Desil 5: Kelompok yang berada di sekitar tingkat kesejahteraan menengah bawah dan dapat dipertimbangkan dalam program tertentu, termasuk PBI-JK sesuai ketentuan yang berlaku.
Cara Mengecek Status Desil
Masyarakat dapat mengetahui status desil melalui aplikasi Cek Bansos resmi Kementerian Sosial. Bagi pengguna yang belum memiliki akun, terlebih dahulu dapat melakukan pendaftaran dengan memasukkan data sesuai dokumen kependudukan, seperti NIK, nomor KK, nama lengkap, nomor ponsel, alamat email, dan alamat tempat tinggal.
Setelah akun berhasil dibuat dan pengguna melakukan login, informasi mengenai kategori kesejahteraan dapat dilihat melalui menu Profil.
Selain mengecek desil, masyarakat juga dapat memeriksa status penerima bantuan sosial menggunakan NIK. Caranya dengan membuka menu Cek Bansos, memasukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa atau kelurahan, serta NIK sesuai KTP. Setelah kode verifikasi dimasukkan, pilih opsi pencarian untuk melihat hasilnya.
Pengecekan juga dapat dilakukan melalui layanan resmi Cek Bansos Kemensos dengan memasukkan data wilayah dan NIK.
Jika Belum Terdaftar sebagai Penerima Bansos
Masyarakat yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum tercatat sebagai penerima bantuan dapat mengajukan usulan. Pengajuan dapat dilakukan secara mandiri melalui fitur Usul pada aplikasi Cek Bansos atau melalui pemerintah desa/kelurahan dengan bantuan pendamping sosial.
Namun, pengajuan tersebut tidak berarti bantuan akan langsung diberikan. Data yang diusulkan tetap harus melewati proses verifikasi dan validasi sesuai prosedur yang berlaku. Karena itu, masyarakat perlu memastikan data kependudukan telah sesuai dengan dokumen resmi dan tercatat dalam DTSEN.
Penjelasan Desil 1 hingga Desil 10
Secara umum, populasi masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Setiap desil menggambarkan sekitar 10 persen populasi, mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi.
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Kondisi ekonomi kelompok ini umumnya sangat rentan, termasuk keterbatasan dalam aspek hunian, sanitasi, pekerjaan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar.
Desil 2 berada sedikit di atas Desil 1, tetapi masih termasuk kelompok dengan kondisi ekonomi sangat rentan. Mereka berpotensi mengalami kesulitan ketika menghadapi perubahan atau tekanan ekonomi.
Desil 3 merupakan kelompok yang mulai mengalami perbaikan dalam aspek ekonomi, pekerjaan, atau kondisi tempat tinggal, tetapi masih memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap kemiskinan.
Desil 4 menjadi bagian terakhir dari kelompok 40 persen terbawah. Kelompok ini masih dapat menjadi sasaran berbagai program perlindungan sosial sesuai kriteria masing-masing bantuan.
Desil 5 berada pada kelompok menengah bawah. Kondisi ekonominya relatif lebih baik dibandingkan empat desil sebelumnya, tetapi sebagian masyarakat dalam kelompok ini masih dapat menjadi sasaran program tertentu berdasarkan persyaratan yang berlaku.
Desil 6 menggambarkan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah yang relatif mandiri dan tidak lagi menjadi sasaran utama program pengentasan kemiskinan.
Desil 7 termasuk kelompok masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi yang lebih stabil. Mereka umumnya memiliki pekerjaan dan tempat tinggal yang lebih layak serta akses terhadap berbagai fasilitas yang lebih baik.
Desil 8 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang relatif tinggi, ditandai dengan daya beli dan kepemilikan aset yang lebih baik.
Desil 9 merupakan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi tinggi dan kehidupan yang relatif mapan, termasuk dari sisi pendapatan, tempat tinggal, serta kepemilikan aset.
Desil 10 berada pada tingkat kesejahteraan paling tinggi. Kelompok ini termasuk 10 persen masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi terbaik sehingga pada umumnya tidak menjadi sasaran program bantuan sosial yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu.
Dengan memahami pembagian Desil 1–10, masyarakat dapat mengetahui gambaran posisi kesejahteraannya dalam DTSEN sekaligus memahami bagaimana data tersebut digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial. (red/hep)
0 Komentar