Google Alihkan Asisten Virtual ke Gemini, Pengguna Android Tak Bisa Kembali ke Assistant


Ilustrasi transformasi asisten suara menjadi asisten AI



Kediri –
Pengguna perangkat Android dalam waktu dekat akan menghadapi perubahan besar pada layanan asisten virtual milik Google. Setelah hampir satu dekade menjadi bagian dari ekosistem Android, Google Assistant mulai ditinggalkan dan perannya akan digantikan oleh Gemini.

Google Assistant pertama kali diperkenalkan pada 2016. Sejak saat itu, layanan tersebut menjadi salah satu fitur yang banyak digunakan pengguna untuk menjalankan berbagai perintah melalui suara, mulai dari mengatur alarm, mencari informasi, memberikan petunjuk arah, hingga mengirim pesan.

Kini, Google mulai mengarahkan pengguna menuju Gemini sebagai asisten virtual generasi berikutnya. Peralihan tersebut tidak hanya menyasar ponsel, tetapi juga sejumlah perangkat lain yang terhubung dengan ekosistem Android.

Perangkat yang berpotensi terdampak antara lain smartphone dan tablet Android, jam tangan berbasis Wear OS, headphone maupun earbuds yang kompatibel dengan Gemini, serta Android Auto yang digunakan pada kendaraan.

Meski demikian, perubahan tersebut tidak berlaku untuk seluruh perangkat Google. Pengguna Google TV maupun perangkat smart speaker di rumah masih dapat menggunakan Google Assistant seperti biasa.

Migrasi ke Gemini juga memiliki sejumlah persyaratan. Perubahan tersebut hanya berlaku pada perangkat yang memenuhi batas minimum sistem operasi serta berada di wilayah yang sudah mendapatkan dukungan Gemini.

Setelah Beralih, Tidak Bisa Kembali ke Google Assistant

Hal yang perlu diperhatikan pengguna adalah proses perpindahan tersebut bersifat permanen pada perangkat yang sudah dimigrasikan.

Setelah Gemini menjadi asisten utama, pengguna tidak akan mendapatkan pilihan untuk mengembalikan perangkat tersebut ke Google Assistant. Artinya, perintah yang selama ini digunakan untuk memanggil Assistant, seperti mengatakan “Hey Google” atau menekan tombol tertentu pada perangkat, nantinya akan langsung mengaktifkan Gemini.

Saat ini, pada aplikasi Gemini masih terdapat pilihan untuk beralih kembali menggunakan Google Assistant pada perangkat tertentu. Namun, opsi tersebut diperkirakan tidak akan tersedia lagi ketika proses penghentian Google Assistant secara resmi dimulai.

Perubahan ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan Google Assistant yang telah menemani pengguna selama bertahun-tahun.

Google Fokus Satukan Layanan AI Lewat Gemini

Keputusan tersebut tidak terlepas dari strategi Google untuk menjadikan Gemini sebagai pusat berbagai layanan kecerdasan buatan miliknya.

Gemini secara bertahap telah digunakan dalam berbagai produk Google, mulai dari pencarian informasi, layanan produktivitas, perangkat Android, hingga sejumlah layanan dalam ekosistem Google lainnya.

Dibandingkan Google Assistant yang selama ini lebih dikenal untuk menjalankan perintah sederhana, Gemini dirancang untuk memahami percakapan yang lebih panjang serta menangani permintaan yang membutuhkan pemrosesan lebih kompleks.

Kemampuan tersebut didukung teknologi large language model (LLM) yang memungkinkan Gemini memahami konteks percakapan dan memberikan respons yang lebih fleksibel.

Meski begitu, perubahan ini tentu membutuhkan waktu bagi pengguna untuk beradaptasi. Terutama bagi mereka yang selama bertahun-tahun sudah terbiasa menggunakan Google Assistant untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Karena itu, pengguna Android yang masih mengandalkan Google Assistant disarankan mulai mengenal berbagai fungsi Gemini. Dengan begitu, ketika proses migrasi berlangsung, pengguna tidak terlalu kesulitan menyesuaikan diri dengan sistem asisten virtual yang baru.

Peralihan dari Google Assistant ke Gemini sekaligus menjadi tanda bahwa Google semakin serius menempatkan teknologi AI sebagai bagian utama dari pengalaman menggunakan perangkat Android. (Red/lis)

0 Komentar