KEDIRI – Memasuki puncak musim kemarau 2026, petani di sejumlah wilayah Kabupaten Kediri mulai melakukan penyesuaian pola tanam. Keterbatasan pasokan air membuat sebagian petani memilih mengurangi penanaman padi dan beralih ke komoditas yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan saat ini.
Jagung dan bawang merah menjadi dua komoditas yang mulai banyak dipilih. Selain dianggap membutuhkan pasokan air yang lebih rendah dibandingkan padi, kedua tanaman tersebut juga dinilai memiliki prospek keuntungan yang cukup menjanjikan bagi petani.
Perubahan pola tanam tersebut salah satunya terlihat di Kecamatan Badas. Sejumlah petani mulai menyesuaikan komoditas yang ditanam dengan kondisi ketersediaan air di lahan mereka.
Wiluyo, salah seorang petani setempat, mengatakan peralihan tanaman mulai dilakukan oleh banyak petani. Menurutnya, kondisi kemarau membuat petani harus lebih cermat menentukan jenis tanaman agar lahan pertanian tetap produktif.
Jagung dan bawang merah dipilih karena dinilai lebih mampu menyesuaikan dengan kondisi air yang mulai terbatas. Selain itu, nilai ekonominya juga menjadi pertimbangan petani dalam menentukan komoditas.
Bagi petani, perubahan pola tanam menjadi salah satu strategi untuk mengurangi risiko kerugian. Penanaman padi pada kondisi pasokan air yang tidak mencukupi berpotensi membuat pertumbuhan tanaman terganggu hingga gagal panen.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri. Dinas Pertanian dan Perkebunan mendorong petani memanfaatkan ketersediaan air yang masih ada dengan melakukan percepatan tanam.
Langkah itu tidak hanya diterapkan untuk komoditas padi, tetapi juga jagung. Dengan mempercepat masa tanam, tanaman diharapkan dapat berkembang dan memasuki masa panen sebelum kondisi air di lahan semakin menipis.
Kabid Pengelolaan Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Rini Pudyastuti mengatakan, pihaknya telah menerima imbauan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi berkaitan dengan potensi dampak fenomena El Nino terhadap sektor pertanian.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah mendorong percepatan tanam dengan memanfaatkan sumber air yang masih tersedia. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi pangan sekaligus mengurangi dampak kemarau terhadap petani.
Selain mengatur pola tanam, pemerintah juga mengantisipasi munculnya gangguan organisme pengganggu tanaman. Kondisi cuaca panas dan kering berpotensi memengaruhi perkembangan sejumlah jenis hama sehingga pengawasan terhadap tanaman perlu ditingkatkan.
Petani diminta rutin melakukan pemantauan sejak awal masa tanam. Perawatan, pemupukan, pengairan, serta pengendalian hama menjadi bagian penting untuk menjaga tanaman tetap tumbuh optimal hingga masa panen.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan). Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam proses budidaya sekaligus meningkatkan efisiensi kerja di tengah kondisi musim kemarau.
Bagi petani, strategi menghadapi kemarau tidak hanya bergantung pada ketersediaan air. Pemilihan komoditas yang tepat juga menjadi faktor penting agar kegiatan pertanian tetap berjalan dan memberikan hasil ekonomi.
Dengan pola tanam yang disesuaikan kondisi cuaca, percepatan masa tanam, serta dukungan pemerintah, sektor pertanian Kabupaten Kediri diharapkan tetap produktif meski menghadapi ancaman kemarau yang lebih panjang.(red/lis)
0 Komentar